Info Lain

Peraturan Kemahasiswaan

Diperbaharui tanggal: 17 Desember 2016

PERATURAN AKADEMIK MAHASISWA :

Pendaftaran/registrasi mahasiswa

      Setiap semester akademik, mahasiswa wajib melaksanakan dua jenis registrasi, yaitu:
      1. Registrasi administrasi, yaitu melunasi kewajiban pembayaran biaya pendidikan pada petugas registrasi. Mahasiswa kemudian memperoleh form pendaftaran mahasiswa baru untuk di isi.
      2. Registrasi akademik, yaitu mencatatkan diri di prodi masing-masing (dengan menunjukkan bukti pembayaran dari petugas registrasi) untuk dapat mengikuti kegiatan akademik semester yang bersangkutan.

Bagi mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang atau cuti akademik, status kemahasiswaannya pada semester yang bersangkutan menjadi batal dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan akademik serta menggunakan fasilitas yang tersedia.

  • Cuti akademik dan herregistrasi setelah cuti akademik
      1. Cuti akademik
        1. Cuti akademik hanya diperbolehkan apabila mahasiswa sudah memiliki izin tertulis dari ketua STTI Turen, agar dapat mengikuti kegiatan akademik ia harus mengajukan surat permohonan kepada Ketua untuk aktif kembali sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
        2. Cuti akademik hanya diperbolehkan sebanyak-banyaknya dua kali atau paling lama 2 Tahun
        3. Selama masa cuti akademik mahasiswa tidak perlu membayar SPP.
        4. Mahasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti akademik sebelum evaluasi empat semester pertama. Apabila ada alasan tertentu (misal: hamil/melahirkan, sakit dan harus dirawat di rumah sakit) dan hal tersebut mendapatkan persetujuan Ketua dapat diberi izin cuti akademik, namun masa cutinya tetap akan diperhitungkan sebagai masa studi aktif dan dipakai sebagai dasar perhitungan dalam evaluasi.

      2. Herregistrasi setelah cuti akademik
        Mahasiswa yang ingin aktif kuliah kembali setelah menjalani cuti akademik harus melaksanakan tahapan-tahapan sbb.:
        1. Mengajukan surat permohon aktif kuliah kepada Kajur (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari Kajur) atau kepada Ketua (bagi yang sebelumnya mendapat izin cuti dari Ketua). Surat permohonan ini harus sudah diajukan paling lambat 1 bulan sebelum kegiatan semester bersangkutan berjalan.
        2. Melakukan herregistrasi dengan menunjukkan surat izin aktif kuliah dan Kartu Mahasiswa di Kantor Registrasi STTI Turen dan melakukan pembayaran SPP/BOP.
  • Kartu Rencana Studi

Pada saat memasuki semester baru, setiap mahasiswa harus menentukan program belajarnya untuk semester yang akan berjalan. Matakuliah yang akan ditempuh harus didaftarkan di Seksi Akademik dan Kemahasiswaan dengan cara mengisikan Daftar Rencana Studi ke Sistem Informasi Akademik di masing-masing fakultas/jurusan. Rencana Studi tersebut juga harus mendapat persetujuan dari Dosen Pembimbing Akademik yang telah ditunjuk. Beban SKS yang hendak ditempuh harus berdasarkan perolehan IP pada semester sebelumnya dengan aturan sebagai berikut:

IP Semester Beban belajar
0.00 - 1,49 12 sks
1,50 - 1,99 15 sks
2,00 - 2,49 18 sks
2,50 - 2,99 21 sks
3,00 - 4,00 24 sks

Apabila pada semester sebelumnya mahasiswa melaksanakan cuti akademik maka besarnya beban sks yang dapat ditempuh adalah beban minimal (12 sks).
Bagi mahasiswa baru, jumlah beban belajar per-semester ditentukan oleh struktur kurikulum dan kebijakan masing-masing fakultas.

  • Perkuliahan

Mahasiswa yang kehadirannya di kelas kurang dari 75% dari jadwal yang ditentukan tidak diperkenankan mengikuti ujian matakuliah yang bersangkutan.

  • Evaluasi Studi
    Evaluasi studi dilakukan dalam 3 tahap, yaitu:
    1. Evaluasi pertama yang diterapkan setelah mahasiswa mengikuti pendidikan selama 4 semester pertama berturut-turut sejak diterima sebagai mahasiswa baru. Evaluasi dilakukan pada akhir semester 4. Pada evaluasi ini mahasiswa harus sudah mengumpulkan minimal 30 sks dengan IPK minimal 2,00. Apabila tidak memenuhi syarat tersebut, mahasiswa bersangkutan tidak diperkenankan lagi untuk melanjutkan studinya di UGM atau drop out.
    2. Evaluasi tahap kedua yang diterapkan menjelang masa studi kesarjanaan terprogram akan berakhir sesuai dengan jangka waktu yan ditentukan oleh masing-masing program studi. Evaluasi tahap ini diterapkan kepada mahasiswa yang mempunyai masalah dengan pencapaian prestasi akademik yang jauh dari ketentuan yang berlaku.
    3. Evaluasi akhir yang diberlakukan pada akhir batas masa studi yaitu pada semester ke-14 atau setelah 7 tahun masa studi.

 

Mahasiswa Transfer atau Pindahan

  1. Mahasiswa pindahan adalah mahasiswa yang pindah atau masuk ke salah satu jurusan di lingkungan STTI Turen yang berasal dari : perguruan tinggi lain dan antar jurusan di lingkungan STTI Turen
  2. Penerimaan Mahasiswa pindahan ditentukan oleh Ketua atas saran Ketua Jurusan
  3. Penerimaan mahasiswa pindahan dari luar STTI Turen dan dari antar jurusan di lingkungan STTI Turen diatur sesuai aturan yang berlaku.

 

Sanksi Akademik

  1. Mahasiswa yang melakukan kecurangan dalam kegiatan akademik, yaitu kuis, ujian, praktikum, pengerjaan hasil tugas, praktik kerja, skripsi dan administrasi akademik, maka mata kuliah yang diprogramkan dalam semester yang bersangkutan akan digugurkan dan mahasiswa tersebut tidak diperkenankan menempuh ujian semester yang berikutnya.
  2. Mahasiswa yang melakukan tindakan yang dapat mencemarkan nama baik almamater, dapat dikenai sanksi akademik oleh Ketua.
  3. Sanksi akademik dikeluarkan oleh Ketua setelah melalui proses evaluasi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.